
BANYUMASMEDIA.COM – Implementasi program hibah International Research Collaboration (IRC) dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), dilaksanakan oleh apt. Dhadhang Wahyu Kurniawan, M.Sc., Ph.D., dosen Farmasi Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan sekaligus Wakil Direktur Bidang Umum dan Keuangan Pascasarjana Unsoed, menjalani kegiatan sebagai visiting researcher di Faculty of Pharmacy Universiti Teknologi Mara (UiTM) Malaysia selama dua pekan, dari 14 hingga 25 Juli 2025.
Kunjungan akademik ini tidak hanya menjadi bentuk nyata penguatan kolaborasi riset antarnegara, tetapi juga menjadi ajang pertukaran pengetahuan dan pengembangan jejaring internasional. Bersama Prof. Dr. Mizaton Hazizul Hasan, peneliti senior UiTM dengan reputasi riset luas di kawasan ASEAN, Dhadhang mengembangkan studi ilmiah mengenai pemanfaatan ekstrak ikan gabus (Channa striata) sebagai nanomedicine untuk terapi penyakit liver fibrosis.
“Penelitian ini menjadi langkah awal pengembangan pengobatan berbasis sumber daya lokal yang dikombinasikan dengan teknologi nano, khususnya untuk penyakit hati yang kronis,” ujar Dhadhang saat diwawancarai seusai presentasi ilmiahnya di kampus UiTM.
Selama berada di Malaysia, Dhadhang tidak hanya fokus pada riset di laboratorium, tetapi juga terlibat aktif dalam berbagai diskusi ilmiah bersama Prof. Mizaton mengenai sistem pendidikan farmasi di Malaysia. Diskusi tersebut turut membandingkan atmosfer akademik dan pendekatan pembelajaran di perguruan tinggi kedua negara.
Sebagai bagian dari kegiatan transfer pengetahuan, Dhadhang juga memberikan presentasi ilmiah kepada sivitas akademika UiTM, yang disambut antusias oleh para mahasiswa dan dosen. Ia memaparkan potensi riset farmasi berbasis keanekaragaman hayati Indonesia serta strategi integrasi riset dengan pengajaran.
Pihak UiTM, melalui Prof. Mizaton dan jajaran Fakultas Farmasi, memberikan sambutan hangat dan fasilitas lengkap kepada Dhadhang sebagai visiting researcher, termasuk ruang kerja pribadi, akses internet eksklusif, serta dukungan penuh terhadap eksperimen laboratorium yang dilakukannya.
Kunjungan ini juga membuka peluang penjajakan kerja sama lebih luas antara Unsoed dan UiTM, khususnya dalam bentuk riset kolaboratif, pertukaran dosen, dan pengembangan kurikulum bersama di bidang farmasi. Hal ini menguatkan posisi Unsoed sebagai salah satu universitas yang aktif menjalin kerja sama internasional berbasis riset.
“Semoga kolaborasi ini dapat berkelanjutan dan menghasilkan inovasi nyata yang bermanfaat, tidak hanya bagi pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga bagi masyarakat luas,” pungkas Dhadhang.
By. BANYUMASMEDIA.COM