FORMULA PAKAN KOMPLIT BERBASIS SILASE JERAMI PADI DAN JERAMI JAGUNG PENGARUHNYA TERHADAP KONSUMSI BAHAN KERING, ALLANTOIN URINE DAN VFA PARSIAL

TitleFORMULA PAKAN KOMPLIT BERBASIS SILASE JERAMI PADI DAN JERAMI JAGUNG PENGARUHNYA TERHADAP KONSUMSI BAHAN KERING, ALLANTOIN URINE DAN VFA PARSIAL
Publication TypeThesis
Year of Publication2011
AuthorsWati, KC
AdvisorRustomo, B, Suhartati FM
Academic DepartmentIlmu Peternakan
DegreeS2
Number of Pages35
UniversityJenderal Soedirman
CityPurwokerto
Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh pemberian formulasi pakan komplit dengan basal serta level protein yang berbeda terhadap konsumsi bahan kering, konsentrasi Alantoin Urin dan produksi VFA Parsial.

Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 16 ekor kambing PE dara berumur 8 – 10 bulan dengan bobot badan 24,9 ± 3,6 kg. Penelitian dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 kali ulangan. Pakan diberikan dalam bentuk Complet feed (CF1 = Silase Jerami Padi + 20% Silase Ikan ; CF2 = Silase Jerami Padi + 10% Silase Ikan ; CF3 = Silase Jerami Jagung + 20% Silase Ikan ; CF41 = Silase Jerami Jagung + 10 % Silase Ikan). Parameter yang diamati adalah konsumsi BK, konsentrasi Alantoin dan produksi VFA Parsial).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi Bahan kering tidak berbeda nyata (P > 0,05) antar Formula pakan yang diberikan dengan kisaran (520,016 gr BK sampai dengan 775.278 gr BK). Konsentrasi Alantoin antar perlakuan tidak berbeda nyata (P > 0,05) dengan kisaran 0,567 mmol sampai dengan 0,927 mmol. Produksi Asam asetat tidak berbeda nyata (P > 0,05) dengan kisaran 40,375 ± 8,838 mmol sampai dengan 52,227 ± 12,607 mmol. Produksi Asam Propionat tidak berbeda nya (P > 0,05) dengan kisaran 11,071 ± 0,906 mmol sampai dengan 13,445 ± 3,665 mmol Produksi Asam butirat tidak berbeda nyata (P > 0,05) dengan kisaran 9,053 ± 0,903 mmol sampai dengan 11,5 ± 3,099 mmol Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa formula pakan berbasis Silase Jerami Padi dan Silase Jerami Jagung yang diberi tambahan silase ikan dengan level yang berbeda, pengaruhnya sama terhadap konsumsi Bahan Kering, konsentrasi alantoin dan produksi VFA Paesial kambing PE dara.

This research was aimed to observe the influence of complete feed distribution with basalt and protein rate difference to Dry Matter Intake, Alantoin urine and partial VFA production.

A total of 16 heifer goat hybrid etawah goat of 8-10 months old with average of body weight 24,96 ± 3,6 kg were used in the study. The research was done by using Completely Randomized Design with four Treatments and four experiments. The woof was given in completely feed form (CF1 = Rice straw silage + 20% Fish silage; CF2= Rice straw silage + 10 % Fish silage; CF3 = Corn straw silage + 20% Fish silage; CF4= Corn straw silage + 10 % Fish silage). Parameters observed were Dry Matter Intake, Alantoin urine concentrate and Partial VFA production).

The result showed that there was no significant difference in dry matter intake (P > 0,05) between livestock woof formula within range 520,016 ± 109,45 gr BK
to 775.278 ± 108,931gr BK). There was no significant difference of Alantoin concentration (P > 0.05) within range 0,567 ± 0,305 mmol to 0,927 ± 0,165 mmol. Acetic Acid production did not show significant difference either (P > 0.05) within range 40,375 ± 8,838 mmol to 52,227 ± 12,607 mmol. Propionic Acid did not give significant difference (P > 0,05) within range 11,071 ± 0,906 mmol to 13,445 ± 3,665 mmol. Butyric acid showed no significant difference (P > 0,05) within range 9,053 ± 0,903 mmol to 11,5 ± 3,099 mmol. Based on the result, it may be concluded that complete feed formula which based on rice straw silage and corn straw silage and different level of fish silage as the additional would give the same influence to dry matter intake, Alantoin concentration and Partial VFA production on heifer goat hybrid etawah goat.