• Dari kiri ke kanan : Wakil Direktur Bidang Akademik & Kemahasiswaan Dra. Yulia Sistina, M.Sc.Stud., Ph.D., Direktur Pascasarjana Dr. Ir. Achmad Iqbal, M.Si., dan Wakil Direktur Bidang Umum & Keuangan Prof. Wiwiek Rabiatul Adawiyah, M.Sc., Ph.D.

Home » Berita » Magister Ilmu Komunikasi Gelar Webinar Strategi Desain Program Pemberdayaan Masyarakat

Magister Ilmu Komunikasi Gelar Webinar Strategi Desain Program Pemberdayaan Masyarakat

Start here

[unsoed.ac.id, Kam, 02/07/20] Magister Ilmu Komunikasi (MIK), Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Unsoed selalu konsisten melaksanakan kegiatan rutin dalam rangka peningkatan akademik dan promosi institusi dengan sukses menyelenggarakan Website Seminar (Webinar) pada

Pada Selasa, 30 Juni 2020, pukul  09.00 sampai dengan 13.00 dengan menggunakan media Zoom meetings, FisipTv dan Live streaming di Youtube dengan tema Strategi Desain Program Pemberdayaan Masyarakat Pasca Pandemik Covid 19. Kegiatan dipandu moderator dari mahasiswa MIK Almira Yose Alodia, S.IKom dibuka dengan sambukan Dekan Fisip Unsoed Dr, Jarot Santoso yang menyatakan “Pemberdayaan masyarakat sangat menarik dan relevan untuk ikut berperan dalam mengatasi Pandemik Covid 19”.

Kemudian sesi berikutnya diberikan kesempatan kepada kelompok mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi (MIK) angkatan 2019 mempresentasikan tugas risetnya yaitu kelompok 1 tentang “Desain program pemberdayaan ketahanan pangan herbal”, kelompok 2 “Model program pemberdaan pendidikan masyarakat di masa Pandemik Covid 19”, dan kelompok 3 “Program pemberdayaan kesehatan masyarakat di masa Pandemik Covid 19”.

Hadir sebagai narasumber Titi Eko Rahayu, SE, MAP sebagai Staf Ahli Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PP & PA) menurut beliau pemberdayaan perempuan menjadi prioritas pembangunan SDM yang berkualitas.

Dr. Iwan Setiawan, SP.,MSi. Ketua Prodi Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Padjadajaran (Unpad) menyatakan bahwa perkembangan strategi pemberdayaan mulai dari linier, dialogis, partnership, inklusif sampai sekarang ada tantangan di disruptif.

Semantara itu Dr. Asep Zuhara Argawinata Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kemendikbud menegaskan “Need analysis sebagai faktor penting dalam perencanaan dan menentukan metode pelatihan pemberdayaan komunitas”. Sedangkan Dr. Adhi Iman Sulaiman dari Fisip Unsoed menjelaskan “Collective action dengan pendekatan dialogis dan egaliter menjadi kata kunci dalam mendesain, melaksanan dan mengevaluasi program pemberdayaan sebagai pembangunan partisipatif.

Webinar ini sangat dinamis dengan banyaknya tanya jawab dan diskusi yang diikuti para partisipan dari daerah Aceh sampai Lombok dan Gorontalo dengan latarbelakang yang beragam baik akademisi, praktisi, ahli, aktivis pemberdayaan, kelompok pemebrdayaan dan mahasiswa. Semoga dengan webinar ini Unsoed makin berkibar dan jaya selalu dalam memberikan konbtribusi nyata kepada masyarakat.

Maju Terus Pantang Mundur, Tidak Kenal Menyerah!

Sumber : http://unsoed.ac.id